MAKASSAR. Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan resmi memulai rangkaian agenda konsolidasi kelembagaan tahun 2026. Momentum ini diawali melalui pertemuan silaturahmi yang berlangsung hangat di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat (14/8/2026).
Rombongan BRSN DPW PKS Sulsel dipimpin langsung oleh Ketua BRSN, Sitti Mardiah, bersama jajaran pengurus. Kehadiran pengurus BRSN diterima secara resmi oleh jajaran legislator PKS Sulawesi Selatan, yakni Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sulsel Hj. Nur Hasbiah Main, S.Sos., M.A.P. serta Anggota DPRD Sulsel H. Haris Abdurrahman, Yeni Rahman, S.Si.
Pertemuan ini menjadi bagian utama dari Fase Silaturahmi dan Kelembagaan BRSN DPW PKS Sulsel untuk membangun komunikasi yang kuat antara struktur penggerak relawan di lapangan dengan para wakil rakyat di legislatif.
Ketua BRSN DPW PKS Sulsel, Sitti Mardiah, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan agenda-agenda pembinaan relawan serta penguatan kapasitas internal organisasi.
”Silaturahmi ini adalah langkah awal BRSN DPW PKS Sulsel untuk memperjelas peran relawan dan saksi dalam membantu menyerap aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran relawan di tingkat daerah memiliki kesiapan, integritas, dan semangat pelayanan yang kuat untuk mendukung kerja-kerja kebangsaan,” ujar Sitti Mardiah.
Sementara itu, Hj. Nur Hasbiah Main, S.Sos., M.A.P. menyampaikan apresiasi atas inisiatif BRSN DPW PKS Sulsel dalam membangun sinergi sejak dini. Menurutnya, koordinasi yang solid antara struktur relawan dan fraksi di DPRD akan mempermudah penyaluran aspirasi warga Sulawesi Selatan.
”Kami di Fraksi PKS DPRD Sulsel menyambut baik silaturahmi ini. Relawan adalah jembatan utama yang menghubungkan kami dengan kondisi riil masyarakat di lapangan. Sinergi ini akan semakin memperkokoh pelayanan kami kepada warga,” ungkap Hj. Nur Hasbiah Main.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, BRSN DPW PKS Sulsel berkomitmen untuk terus melanjutkan program konsolidasi internal, pelatihan kapasitas SDM, dan pembangunan jaringan kemasyarakatan yang sejuk, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.