Sosialisasi Empat Pilar Aleg DPR RI di Makassar Hadirkan Pembicara Akademisi

PKS Sulsel-Meity Rahmatia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) giatkan sosialisasi empat pilar di Makassar dalam beberapa pekan ini. Terakhir pada Minggu (10/3/2025), anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di senayan itu menggandeng akademisi untuk mengampanyekan empat pilar sebagai landasan kokoh bangsa Indonesia.

Abdul Wahid Syahdan, doktor dari salah satu kampus di Makassar membahas empat pilar dari tinjauan sejarah. Ia mengingatkan kembali cita-cita kemerdekaan Indonesia yang seluruhnya terwakili dalam empat pilar; Pancasila sebagai ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, bentuk negara kesatuan yang ideal, dan semboyan bhinneka tunggal Ika.

“Bangsa kita telah melalui proses sejarah yang begitu panjang. Jatuh bangun dalam konflik, baik dengan penjajah maupun antara sesama anak bangsa. Empat pilar ini adalah konsensus yang pada akhirnya menjadi pemersatu bagi berdirinya negara yang memiliki cita-cita menyejahterakan rakyatnya,” terangnya.

Menurut Abdul Wahid yang juga dikenal sebagai Da’i  itu, empat pilar merupakan ujung dari serangkaian dialektika pemikiran intelektual,  ulama dan cendekiawan sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

“Mereka tokoh-tokoh perjuangan yang berasal dari latar belakang pendidikan, ideologi agama, etnik dan daerah yang berbeda-beda. Empat pilar adalah karya mereka, dan kita patut bersyukur atasnya karena tidak semua bangsa mengalami dialektika seperti itu,”tambahnya yang disambut dengan tepuk tangah peserta sosialisasi yang terdiri dari warga Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Sementara itu, Meity dalam sambutannya menyampaikan tujuan sosialisasi empat pilar yang akhir-akhir ini dilakukan secara intensif. “Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan wawasan kebangsaan warga negara. Empat pilar MPR RI menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan, keadilan, dan pembangunan nasional,” jelasnya.

Anggota parlemen yang dikenal pula sebagai pemilik travel haji dan umroh, PT Meida Wisata itu berharap, warga menyimak baik pemaparan akademisi dalam sosper ini agar memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan kokoh. (*)