Makassar — Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan pentingnya penanganan anggaran persampahan yang lebih serius, (10/09/2025).
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Mallarangan Tutu, mengungkapkan bahwa masalah sampah tidak boleh hanya dipandang dari sisi kebersihan lingkungan, tetapi juga harus dilihat sebagai peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengelolaan sampah jangan hanya dianggap beban anggaran. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber daya ekonomi yang memberi nilai tambah bagi daerah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih,” tegas Mallarangan Tutu.
Sebagai contoh, Mallarangan menyoroti potensi inovasi pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick maupun bata plastik campuran. Ecobrick, yakni botol plastik berisi sampah yang dipadatkan, bisa dimanfaatkan untuk furnitur maupun dinding. Sementara bata hasil campuran sampah plastik dengan semen atau oli bekas dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi, seperti rumah dan pagar.
Menurutnya, gagasan ini bukan hanya menjawab masalah kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta mengurangi ketergantungan pada material bangunan konvensional.
Fraksi PKS mendorong agar alokasi anggaran persampahan diarahkan pada program-program inovatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi produk konstruksi.
“Harapan kita, ke depan Sulawesi Selatan bisa menjadi provinsi yang tidak hanya bersih, tetapi juga mampu menjadikan sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah,” tutupnya.