MAKASSAR. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Haris Abdurrahman, menggelar kegiatan Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Mangga 3 Blok D, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Minggu (24/05/2026).
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, legislator Komisi E yang membidangi fungsi pengawasan pendidikan ini memaparkan sejumlah temuan krusial hasil kunjungan kerjanya di SMA Negeri 18 Makassar.
Haris mengungkapkan bahwa permasalahan utama yang mendesak di sekolah tersebut adalah keterbatasan lahan yang memicu terjadinya over kapasitas siswa. Akibat kekurangan ruang kelas, proses belajar mengajar menjadi kurang maksimal.
“Kondisi di SMAN 18 Makassar saat ini mengalami over kapasitas karena keterbatasan lahan untuk membangun ruang kelas baru secara mendatar. Solusi terbaik dan paling realistis yang akan kami dorong di parlemen adalah pembangunan gedung sekolah bertingkat,” ujar Haris Abdurrahman di hadapan ratusan warga.
Selain masalah daya tampung, Haris juga menyoroti aspek keselamatan di lingkungan sekolah, khususnya terkait fasilitas olahraga. Menurut laporan yang diterimanya, ketiadaan pagar pengaman di area lapangan sering kali menyebabkan bola nyasar hingga memecahkan kaca jendela ruang kelas. Kondisi ini dinilai cukup mengganggu konsentrasi serta membahayakan keselamatan siswa yang sedang belajar.
“Kami melihat ada kebutuhan mendesak untuk pemasangan jaring atau pagar pengaman di sekeliling lapangan olahraga. Tujuannya jelas, untuk menjamin keamanan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung sekaligus menjaga keutuhan fasilitas sekolah agar tidak terus mengalami kerusakan,” tegas legislator PKS tersebut.
Antusiasme Warga dan Pengawalan Ketat
Kegiatan pengawasan APBD ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga Paccerakkang terlihat dari jumlah kehadiran yang membludak, bahkan sebagian warga rela berdiri di luar tenda yang telah disediakan oleh tim panitia demi mendengarkan langsung pemaparan dan menyampaikan aspirasi mereka.
Turut hadir dalam kegiatan ini unsur dari Pemerintah Kelurahan Paccerakkang dan Kecamatan Biringkanaya. Jalannya acara juga dikawal dan dihadiri langsung oleh Babinkamtibmas serta Babinsa Kelurahan Paccerakkang guna memastikan situasi di lokasi tetap kondusif, aman, dan tertib hingga akhir acara.