Skip to content

Fokus Pengawasan APBD 2026, Haris Abdurrahman Soroti Over Kapasitas dan Fasilitas di SMAN 18 Makassar

Haris Abdurrahman melaksanakan Kegiatan Pengawasan APBD 2026 di SMAN 18 Makassar (Karda/sulsel.pks.id)

MAKASSAR. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Haris Abdurrahman, melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 di SMAN 18 Makassar, Jumat (22/05/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan alokasi anggaran pendidikan tepat sasaran serta menyerap aspirasi langsung dari pihak sekolah.

Bertempat di kompleks Mangga Tiga Permai Daya, Kelurahan Paccerakkang, rombongan yang terdiri dari staf ahli dan tim teknis DPRD diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 18 Makassar beserta jajaran guru.

Krisis Ruang Kelas: Laboratorium Jadi Solusi Darurat

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 18 memaparkan kondisi krusial yang dihadapi sekolah. Masalah utama yang mencuat adalah over kapasitas siswa yang tidak sebanding dengan ketersediaan ruang kelas.

“Kami saat ini mengalami kendala serius terkait daya tampung. Sebagai solusi jangka pendek agar proses belajar mengajar tetap berjalan, kami terpaksa mengalihfungsikan ruang praktikum menjadi ruang kelas,” ungkap Kepala Sekolah di hadapan rombongan pengawas.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi hambatan utama untuk pengembangan horizontal. Satu-satunya solusi realistis adalah pembangunan gedung bertingkat. Namun, meski permohonan bantuan telah diajukan sejak tahun lalu, hingga kini realisasi anggaran tersebut belum juga turun.

Keamanan Fasilitas Olahraga Jadi Perhatian

Selain masalah ruang kelas, kondisi lapangan olahraga (basket dan bola mini) yang terletak di tengah area sekolah juga menjadi sorotan. Lokasi yang berhimpitan dengan ruang kelas sering kali mengakibatkan insiden “bola nyasar”.

  • Dampak: Kaca jendela ruang kelas sering pecah akibat hantaman bola.

  • Kebutuhan: Pemasangan jaring pengaman (pagar pengaman) di sekeliling lapangan.

  • Tujuan: Menjamin keamanan siswa saat belajar dan menjaga keutuhan fasilitas sekolah.

Respon Haris Abdurrahman

Menanggapi laporan tersebut, Haris Abdurrahman menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi catatan prioritas dalam pengawasan APBD 2026. Ia menyayangkan adanya kendala administratif atau realisasi yang menghambat pembangunan fasilitas pendidikan yang mendesak.

“Pendidikan adalah pilar utama. Jika siswa harus belajar di ruang praktikum karena kurang kelas, ini harus segera diintervensi. Kami akan mengawal hasil kunjungan ini agar permohonan gedung bertingkat dan sarana pengaman lapangan olahraga di SMAN 18 Makassar bisa segera terealisasi,” tegas Haris.

Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke titik-titik lokasi yang membutuhkan perbaikan, guna memastikan data yang dibawa ke forum legislatif sesuai dengan fakta di lapangan.