MAKASSAR – Kehadiran Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Almuzammil Yusuf, M.Si., dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif PKS se-Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (5/6/2026), mendapat berbagai positif dari para kader dan legislator PKS di Sulawesi Selatan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mallarangan Tutu, menilai kehadiran Presiden PKS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk perhatian dan komitmen langsung pimpinan partai dalam memperkuat kapasitas, soliditas, serta arah perjuangan kader di seluruh tingkatan.
Menurut Mallarangan, Arah yang disampaikan Presiden PKS menjadi pengingat bahwa amanah politik harus dijalankan dengan penuh integritas, kedisiplinan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Kehadiran Presiden PKS memberikan semangat dan energi baru bagi seluruh kader, khususnya anggota legislatif. Ini menunjukkan bahwa perjuangan politik harus terus dibangun di atas fondasi loyalitas, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Mallarangan menegaskan bahwa kekuatan PKS selama ini tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada soliditas kader yang senantiasa menjaga komitmen perjuangan partai serta konsistensi menjalankan program-program yang telah menjadi arah gerak PKS.
Menurutnya, kader yang kuat adalah kader yang siap menjaga loyalitas terhadap nilai dan cita-cita perjuangan partai, sekaligus mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Anggota dan kader yang solid adalah mereka yang siap menjaga loyalitas, menjalankan program-program partai, serta terus hadir melayani masyarakat di berbagai kondisi. Soliditas itulah yang menjadi modal utama dalam menjaga eksistensi dan kerinduan pengabdian PKS kepada rakyat,” kata Mallarangan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan Program Keluarga Kuat dan Partai Kuat (K2P2) yang selama ini menjadi salah satu lokomotif utama penguatan kaderisasi di PKS. Melalui program tersebut, partai terus berupaya membangun kader yang tidak hanya bertambah dari segi jumlah, tetapi juga meningkat dari sisi kualitas, kapasitas, dan kepemimpinan.
“Kita ingin kader PKS terus bertumbuh, baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, seluruh elemen partai harus bergerak bersama memperkuat kaderisasi, memperkuat mesin politik partai, dan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menghadirkan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat,” lanjutnya.
Legislator PKS Sulsel tersebut berharap momentum kehadiran Presiden PKS dalam Bimtek Anggota Legislatif se-Sulawesi Selatan dapat semakin mempererat konsolidasi kader sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan perjuangan politik yang berfokus pada kepentingan masyarakat.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan hanya pada pencapaian politik, tetapi sejauh mana keberadaan PKS dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu harus terus menjadi fokus perjuangan seluruh kader,” tutup Mallarangan.
Mallarangan Tutu: Kehadiran Presiden PKS Jadi Energi Baru Perkuat Soliditas dan Pengabdian Kader
MAKASSAR – Kehadiran Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Almuzammil Yusuf, M.Si., dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif PKS se-Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (5/6/2026), mendapat berbagai positif dari para kader dan legislator PKS di Sulawesi Selatan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mallarangan Tutu, menilai kehadiran Presiden PKS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk perhatian dan komitmen langsung pimpinan partai dalam memperkuat kapasitas, soliditas, serta arah perjuangan kader di seluruh tingkatan.
Menurut Mallarangan, Arah yang disampaikan Presiden PKS menjadi pengingat bahwa amanah politik harus dijalankan dengan penuh integritas, kedisiplinan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Kehadiran Presiden PKS memberikan semangat dan energi baru bagi seluruh kader, khususnya anggota legislatif. Ini menunjukkan bahwa perjuangan politik harus terus dibangun di atas fondasi loyalitas, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Mallarangan menegaskan bahwa kekuatan PKS selama ini tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada soliditas kader yang senantiasa menjaga komitmen perjuangan partai serta konsistensi menjalankan program-program yang telah menjadi arah gerak PKS.
Menurutnya, kader yang kuat adalah kader yang siap menjaga loyalitas terhadap nilai dan cita-cita perjuangan partai, sekaligus mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Anggota dan kader yang solid adalah mereka yang siap menjaga loyalitas, menjalankan program-program partai, serta terus hadir melayani masyarakat di berbagai kondisi. Soliditas itulah yang menjadi modal utama dalam menjaga eksistensi dan kerinduan pengabdian PKS kepada rakyat,” kata Mallarangan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan Program Keluarga Kuat dan Partai Kuat (K2P2) yang selama ini menjadi salah satu lokomotif utama penguatan kaderisasi di PKS. Melalui program tersebut, partai terus berupaya membangun kader yang tidak hanya bertambah dari segi jumlah, tetapi juga meningkat dari sisi kualitas, kapasitas, dan kepemimpinan.
“Kita ingin kader PKS terus bertumbuh, baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, seluruh elemen partai harus bergerak bersama memperkuat kaderisasi, memperkuat mesin politik partai, dan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menghadirkan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat,” lanjutnya.
Legislator PKS Sulsel tersebut berharap momentum kehadiran Presiden PKS dalam Bimtek Anggota Legislatif se-Sulawesi Selatan dapat semakin mempererat konsolidasi kader sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan perjuangan politik yang berfokus pada kepentingan masyarakat.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan hanya pada pencapaian politik, tetapi sejauh mana keberadaan PKS dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu harus terus menjadi fokus perjuangan seluruh kader,” tutup Mallarangan.