MAKASSAR. Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Haris Abdurrahman, kembali turun menyerap aspirasi warga dalam agenda Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026.
Titik ketiga pelaksanaan reses ini berlangsung penuh keakraban pada Jumat (24/7/2026) di Jalan Inspeksi PAM Manggala Raya RT 03/RW 09, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Kegiatan serap aspirasi tersebut dihadiri ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan kewilayahan. Turut hadir dalam jajaran tamu undangan di antaranya Kepala Seksi (Kasie) Pelayanan Kelurahan Antang, Ketua Muslimat NU Kecamatan Manggala, para tokoh masyarakat setempat, serta jajaran Ketua RT dan RW se-Kelurahan Pandang.
Dalam sambutannya, Haris Abdurrahman menegaskan bahwa agenda reses bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan instrumen vital dalam sistem demokrasi untuk menjembatani suara rakyat dengan kebijakan pemerintah.
“Reses adalah momentum penting bagi legislator untuk mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Semua masukan yang masuk hari ini akan kami rekap dan perjuangkan dalam forum fraksi maupun rapat pembahasan anggaran di DPRD,” ujar legislator Fraksi PKS tersebut.
Soroti Isu Sampah hingga Pemberdayaan Mahasiswa
Sesi dialog interaktif berlangsung hangat. Berbagai aspirasi kritis disampaikan oleh perwakilan tokoh dan warga yang hadir.
Salah satunya datang dari Ketua Muslimat NU Kecamatan Manggala. Ia mengusulkan agar pihak pemerintah kelurahan dapat lebih aktif merangkul dan melibatkan mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi berbagai program serta kegiatan kelurahan. Langkah ini dinilai strategis untuk mengoptimalkan potensi anak muda sekaligus memperluas jangkauan informasi publik.
Sementara itu, beberapa warga juga mengeluhkan persoalan krusial lingkungan, terutama pengelolaan sampah yang dinilai butuh penanganan sistematis, serta keresahan terkait jam operasional kendaraan roda delapan (truk berat) yang melintas di pemukiman dan kerap mengganggu kenyamanan serta keselamatan warga.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Haris Abdurrahman meresponsnya secara antusias. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait di tingkat kota maupun provinsi untuk mencari solusi konkret atas permasalahan lalu lintas armada berat dan pengelolaan sampah setempat.
Acara penyerapan aspirasi yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara wakil rakyat, para pejabat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga Manggala.