Skip to content

RESES DPRD SULSEL: Warga Tamalanrea Keluhkan Jalan Rusak Parah dan Minimnya Sekolah

Haris Abdurrahman Reses Titik Kedelapan di Kelurahan Bira / karda.pks.id

MAKASSAR. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Komisi E, Haris Abdurrahman, menggelar Kegiatan Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025-2026. Kegiatan titik kedelapan ini berlangsung hangat di Jalan Kapasa Raya Bontojai RT 04 RW 03, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Senin (27/7/2026).

Ratusan masyarakat tampak memadati lokasi acara untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kelurahan Bira, Babinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Bira, serta jajaran Ketua RT dan RW se-Kelurahan Laikang.

Dalam sambutannya, Haris Abdurrahman menekankan bahwa agenda reses merupakan momentum krusial bagi anggota dewan untuk turun langsung mendengarkan suara rakyat di daerah pilihannya.

“Reses ini bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. Setiap masukan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan utama kami di DPRD untuk diperjuangkan dalam penyusunan kebijakan maupun anggaran daerah,” tegas Haris.

Soroti Infrastruktur Jalan dan Krisis Daya Tampung Sekolah

Dalam sesi dialog, berbagai keluhan vital disampaikan oleh warga setempat. Salah seorang tokoh masyarakat yang juga Ketua RW 03 menyoroti kondisi akses jalan di wilayahnya yang mengalami kerusakan parah. Menurutnya, lubang-lubang besar di sepanjang jalan sangat membahayakan pengguna jalan, terlebih saat musim kemarau yang memicu debu tebal dan mengganggu kesehatan warga.

Selain masalah infrastruktur, isu pendidikan juga menjadi sorotan utama. Salah seorang peserta reses mendorong Haris Abdurrahman—yang membidangi kesejahteraan rakyat di Komisi E—untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan guna menambah unit sekolah baru di Kecamatan Tamalanrea.

Warga mengeluhkan minimnya jumlah sekolah negeri yang tidak sebanding dengan pesatnya pertumbuhan jumlah usia sekolah. Akibatnya, banyak calon siswa yang tidak tertampung, sementara beberapa sekolah yang ada terpaksa menampung murid melebihi kapasitas ideal (overload).

Siap Kawal Aspirasi Warga

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Haris Abdurrahman menyambutnya dengan antusias dan berkomitmen untuk mengawal aspirasi warga Tamalanrea hingga ke tingkat pembahasan dewan.

Terkait sektor pendidikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengkaji pemetaan kebutuhan sekolah. Sementara untuk isu jalan rusak, Haris berjanji akan mengomunikasikannya dengan dinas teknis agar segera mendapatkan perbaikan.

Rangkaian kegiatan reses titik kedelapan ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan melalui sesi foto bersama antara Anggota DPRD, jajaran pemerintah setempat, aparat keamanan, dan warga yang hadir.