sulsel.pks.id-BANTAENG. Tragedi kebakaran yang menghanguskan permukiman warga di Kampung Beru, Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, mendapat perhatian serius dari jajaran legislator dan pengurus partai politik daerah. Rombongan Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng bersama jajaran pengurus DPD PKS Bantaeng turun langsung ke lokasi bencana pada Jumat (18/9/2026) untuk menyerahkan bantuan darurat bagi para korban.
Kunjungan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, H. Abd. Rahman Dg Tompo, yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) tersebut. Turut hadir mendampingi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, Hj. Kasmawati, bersama lima anggota DPRD Bantaeng lainnya serta Sekretaris DPD PKS Bantaeng, Hasir Madjid Dg Lurang.
Kebakaran hebat tersebut tercatat mengakibatkan kerusakan parah pada lima unit rumah warga. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 21 jiwa dari 5 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka akibat musibah ini.
Abd. Rahman Dg Tompo menyampaikan bahwa aksi tanggap bencana ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan mendalam terhadap musibah yang menimpa warga Kampung Beru.
“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Penyerahan bantuan ini adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab moral kami. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban, sekaligus memberikan dukungan semangat agar warga terdampak bisa segera bangkit kembali,” ujar Abd. Rahman di lokasi penyerahan bantuan.
Bantuan paket logistik dan kebutuhan pokok diserahkan secara langsung kepada para kepala keluarga korban kebakaran. Selain menyerahkan bantuan fisik, rombongan juga meninjau sisa-sisa puing bangunan serta menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan penanganan pascabencana, seperti perbaikan hunian dan dokumen penting yang terbakar.
Masyarakat setempat mengapresiasi langkah cepat para wakil rakyat dan pengurus partai yang hadir memberikan bantuan fisik maupun moral di tengah situasi krisis pascabencana tersebut.
Baca juga : Dorong Pengelolaan Sampah